Senin, 24 Desember 2007

Mimpi 24 Desember 2007

Dear Khusnul,

Dear,
Malam ini aku terjaga dari tidur panjangku. Entah kenapa, tiba-tiba ku terjaga dari mimpi indahku. Mungkin karena saking rindunya hatiku padamu, yang sudah berhari-hari tidak melihatmu dan berharap dapat melihatmu. Alahmdulillah, Allah telah menjaaaawab pertanyaanku, lewat pertemuanku denganmu sore tadi. Padahal aku sudah meninggalkan kampus, dan baru saja sebelum kau berangkat kesana, bersama Rikha. Namun karena suatu hal, yang akhirnya aku kembali lagi ke kampus, dan dari sanalah Allah menjaaawab tanyaku. Sekali pun kau tak tersenyum dan melihatku, namun aku dapat merasakan bahwa cinta yang aku miliki untukmu masih tersimpan apik untukmu.
Diajeng,
Namun malam ini begitu membuatku takut. Tiba-tiba saja aku bermimpi, bahwa aku akan dinikahkan, sementara aku tidak tahu dengan wanita mana aku akan menikah, dan Babe gue pun gak ngasih tahu dengan siapa aku dinikahkan. Aku baru tersaadar, ketika aku lupa cuci muka, dan saat aku mencari air buat cuci muka itulah, baru orang-orang bertanya padaku, dan aku tidak bisa menjaawab tanya mereka, karena aku memang tidak tahu dengan siapa aku menikah, karena dalam hatiku memang aku sudah menikah denganmu.
DiajengQ,
Bukan hanya itu saja, karena, sebelum aku bener-bener tahu aku akan menikah, aku sempatkan waktu kembali kestodio ini, dimana tempat pertama cintaku padamu bersmi dan tempat dimana aku menemukanmu dan menikahimu, diajengQ tercinta, sayangQ seorang, istriku tersayang. Dan sangat membuatku takut adalah, saat teman sekantorku (sesama penyiar) menunjukkan padaku, album foto-foto pernukahanmu dengan orang asal Banyumas.
Diajeng,
Itulah yang membuat hatiku luluh lantah. Aku tidak tahu akan aku kemanakan penantianku ini. Kesucian cinta yang kujaga, dan kesetiaan yang tulus kepadamu, karena kau tlah menikah. Lalu apakah aku akan menunggu istri orang lain?
Diajeng,
Aku tahu, bahwa sampai kapan pun aku akan mencintaimu, seperti kata-kata yang kau ucapkan padaku tempo dulu  bahwa kau tak akan meninggalkanku. Aku sangat ingat betul, kala kau ucapkan kalimat itu, yang meskipun bagimu itu semua sudah berlalu. Tapi diajeng, apa kau lupa, bahwa pernikahan pun adalah janji yang diikrarkan pada masa lalu untuk dipegang selamanya. Bahwa Syahadat pun di "ikrarkan" tatkala mu'alaf masuk ke Islam?
Diajeng,
Mungkin itulah sepenggal kisah yang kini mengganggu ketenanganku, yang bisa aku tuliskan untukmu.
Rikha, terima kasih karena kau telah mengantrkan DiajengQ datang ke kampus disore hari yang mulai dengin menuju kejahatan malam. Terima kasih karena kau telah sudi mengangkat telponku, mendengarkan curhatku tentang Aku dan dia.
Diajeng, masih ingatkah kau dengan syair ini,
"terima kasih untuk senyummu yang cantik, yang mengirimkan cinta, dan mengutus kasih sayang bagi orang lain".
Sekali lagi terima kasih, lain kali bisa ku sambung lagi. Selamat malam, dan have a nice dream.

Assalamualaikum we. wb.
                                                                                            Ini yang namanya Filippo                                                                                             Inzaghi diajeng, yang aku sangat suka sama                                                                                             dia. Makanya aku sering bermain bola.


Pati, 24 Desember 2007


nb.
Diajeng, kau tentu masih ingat dengan tanggal "24" kan? Agustus 2006 lalu, tepat tanggal 24, kan kita jadian, he..he....
I Love U diajeng, mas sayang......banget sama kamu. Tau gak kenapa? SayangQ itu lucu, apalagi kalo manyun...........
Rikha, ni gue kasih lo alamat email gue
"komengpasfm_aziz@yahoo.com atau diajengqtercinta@yahoo.co.id".

0 komentar: