Assalamualaikum wr.wb.
Dear Khusnul,
Selamat ulang tahun ke-25. Aku yakin dengan namamu, yang sesungguhnya, apapun yang akan kamu dapat dan apapun yang telah kamu lalui, semuanya akan berakhir baik pula. Tiada kata atau apapun yang adapat aku berikan untukmu, melainkan hanya beberapa pesan saja yang akau tuliskan pada blogku ini.
Diajeng,
Hari ini, Rabu, 5 Desember 2007.
Seperti kala hari masih senja. Fajar gemilang pun sudah menanti tiba. Diujung pengharapan disana, telah menanti ribuan tangan-tangan perkasa dan burung-burung bersuara kengerian. Yang dengan sedikit saja membuka paruhnya, mungkin telinga-telinga para santri pun akan meriak, dan melengking kesakitan. Diantara mereka pun sudah siap menerkam kesucianmu dengan kemelaratanmu.
Sungguh, aku sangat menyangsikan keberadaanmu dan orang-orang disekitarmu. Bahkan aku sendiri pun mungkin tidak akan mampu menahan kemilau dan kecantikan para penghuninya.
Diajeng, bagaimana kabarmu sekarang...? Apakah, kamu masih bisa berjalan dengan indahmu, seperti saat pertama aku mengagumimu? Jika boleh, aku masih ingin mengucapkan kata sayangku padamu, seperti saat aku masih bersamamu. Kau sungguh kekasihku dan pendamping setiaku.
Diajeng, aku ingin tersenyum manis saat melihatmu. Aku juga ingin memeluk erat tidurmu bersama malam dan kejahatannya. Berdoalah sayangku, dan pastikan kekasih sejatimu selalu ada dihatimu dan menyayangimu, seperti kasih sayangku kepadamu yang tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan cinta-Nya padamu dan padaku dan pada kita semua.
Sekarang malam telah hampir berlalu, dan akupun dengan sisa-sisa tenagaku dan sisa-sisa hidupku, mencoba menghidupkan kembali malam-malamku, dengan senyumindah dan kemegahan-Nya.
Sujud, salam, sayang dan rindu. Telah menrubah hidupku, mendarah daging bersatu padu. bagaimana dengan keburukan hari depan?
Ah....aku rasa bukan seperti yang kau bayangkan, dan bukan pula seperti yang merekan takutkan. Karena syetan-syetan yang terkutuk yang telah menghasutmu lewat mulut-mulut manis para pengikutnya dan dengan tangan-tangan perkasa panglimanya, telah menawanmu dengan penderitaan yang kau takutkan. Jangan kau takutkan hari esok, dan jangan kau tinggalkan kebahagiaan bersamanya. Ikutlah bersamanya dan mampirlah ketempatku saat menjelang Maghrib. Karena saat itu, malaikat-malaikat telah bersujud pada-Nya dan telah menuggumu pulang kepangkuan suamimu sebelum menuju kepangkuan-Nya. Salam sayang untukmu sayangku.....
Pati, 5 Desember 2007
Rabu, 05 Desember 2007
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar