Selasa, 25 Desember 2007

Untuk Mas Bagus


Mekkah Al MukarromahUntuk Mas Bagus  

Assalamualaikum wr. wb.

Mas Bagus, saat ku resah kala ku goyah, kusangsikan keberadaanku, apalagi keberadaan dia, wanita yang sangat aku cintai dan aku sayangi (Khusnul Khotimah). Bahkan aku tak lagi merasakan keberadaannya, dan terakhir kubaca, bahwa dia akan sangat sulit untuk kembali padaku, dan seoalah semua yang kubaca itu adalah yang terbaik dan meski pun itu adalah bukan dari dia, tetapi kusangkakan itu adalah atas licensi dia.
Mas Bagus, memang ini bukan saat yang tepat aku menuliskan semua apa yang aku rasakan, dan memang kehadiranku selalu tidak tepat waktu. Bahkan sahabatku pun sendiri mengatakannya.
Hari ini, pagi tadi telah kulihat, dan memang itulah yang Allah tunjukkan untukku. Memang hari ini, adalah saat yang tepat untukku berkaca, yang walaupun aku harus berkaca dari air minyak hasil parutan kelapa, atau pun aku harus mengaca dari balik jendela orang-orang yang sombong.
Mas Bagus, bukankah sebelum kedatanganmu, aku pun telah hidup dan menjalani hidupku? Tapi mengapa aku selalu rindu denganmu, mengapa aku selalu mencarimu, mengapa aku selalu menanyakan tentangmu, mengapa aku selalu ingin kau nasehati, mengapa aku selalu ingin menghisap rokok yang mas Bagus kasih, mengapa aku selalu ingin ngopi bersama denganmu, mengapa aku selalu ingin menyampaikan tentang perasaanku, kegundahanku, kesedihanku, tentang Khusnul, tentang Allahku dan Muhammadku, tentang teman-temanku, tentang Uangku, tentang Roni, Gogok, Hamad, Joko bahkan sampai ke Pak Surinah dan Pak Qodri juga Mbak Zah. Mengapa aku selalu ingin dekat denganmu?
Mas BAgus, aku gak tahu kenapa ketika aku pergi aku selalu merindukanmu, bukankah kau pun punya urusanmu sendiri? Bukankah Mas Bagus harus mengurusi istri-istri mas Bagus, mengurusi Haidra, Rani dan lain-lainnya?
Aku gak tahu mas Bagus. karena aku seolah dekat dengan Allah dan Muhammad, kala aku bersamamu. Aku seolah bisa melihat indahnya dunia, tanpa harus dengan Khusnul. Dan aku seolah berani menghadap Allah dengan tubuh yang lusuh ini, jika aku dengan mas Bagus. 
Mas Bagus, sekarang aku sedang sendiri. Bahkan malaikat pun enggan mendekatiku. Apalagi iblis-iblis laknat itu. Dan hanya syaiton-syaiton tubuh ini yang terus berjalan mengalir seperti kali
didarahku. Aku hanya terdiam kala suara Adzan memanggilku. Aku hany tidur saja saat Shubuh itu tiba, atau sengaja menidurkan bangkai ini. Aku malu padamu, aku malu pada Allah, aku malu pada Muhammadku, aku malu pada pak Surinah, apalagi Babe dan Mami, yang setiap saat selalu ketemu. Sementara orang tuaku pun tidak akan tahu bahwa aku (anaknya), sekarang tidak mau menjalankan sholat.
Mas Bagus, bertubu-tubi aku jatuh, dan aku dengan sangat tegar telah bangun kembali, sekalipun syetan-syetan oleh iblis yang selanjutnya merebahkan tubuhku di istananya. Sekalipun jin-jin yang bersih itu telah menunggu di permadaninya yang bersih dan indah, namun aku telah berlumuran darah iblis, dan mereka tidak mau lagi mendekatiku. Dan aku telah menipu malaikat-malaikat yang baik itu. Mungkin sekarang mereka menjadi demakin bingung dengan kelakuanku dan hatiku juga mungkin tampangku. 
Sekalipun mereka bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik dan tepat waktu. 
Mas Bagus, terlebih lagi dengan semua pekerjaanku yang terbengkelai,
teman-temanku yang baik dan kekasih-kekasihku yang kucinta.
Semakin hari aku semakin tua. Dan mungkin dengan diam, nanti mereka akan meninggalkan aku, sepeti kala aku meninggalkan mereka, tatkala mereka menunggui ragaku. Bagaimana aku akan kembali menghadap Bundaku (mak'e), dan melihat keponakan-keponakanku, yang sekarang sudah beranjak dewasa, sementara aku sangat hina di hadapan_Mu.
Bagaimana aku akan kembali bersama hati dan cintaku, sementara, telah banyak waktu yang tersita dan kutinggalkan disini dengan percuma dan sia-sia. Bukankah jika hari ini sama dengan hari kemarin, merupakan orang yang rugi, sementara jika hari ini lebih buruk dari hari yang kemarin termasuk orang -orang yang susah..?
Mas Bagus, aku tahu, aku adalah manusia, dan aku akan selalu ada kuasa tangan Allah. Dan aku tahu, bahwa aku juga manusia, yang aku harus bertanggungjawab atsa takdirku sendiri. Namun seolah aku akan ditinggalkan esok, dan siang ini terus mengejarku, sementara malam-malam yang telah lalu pun menagih hutangku....
Oh...
Sungguh, mungkin jika aku bisa menyentuh dia sekali ini.... saja. Mungkin kan kurengkuh segala yang belum pernah kudapatkan, dengan semua sisa-sisa tenaga yang masih kumiliki, karena aku merasa, usiaku hanya tinggal hari ini saja. Dan seandainya esok pun kembali datang padaku, seakan-akan dia pun akan memalingkan wajah cantiknya yang cantik, dan seolah malam pun selalu kecewa tatkala mendengar jerit tangisku, dan hingga siang ini pun, siang seolah selalu memayungiku dengan kabut tebalnya bersama awan hitam dan mendung kelam tempatku melihat indah langkahnya.
Mas Bagus, mungkin ini saja, sementara ini, dan biarkan aku mencari seuap nasi, atau apapun yang akan aku terima untuk hari ini. Dan mudah-mudahan Dia pun tidak menjauhkannya dari jangkauanku, agar supaya aku bisa mengambilnya, karena memang sekarang aku sudah mulai tua dan melemah.
Assalamualikum, mas Bagus.......
Shollallah ala Muhammad.................
Kanjeng Sunan Kalijaga



Kalo gak salah ini makamnya Syekh Maulana Malik Ibrahim




0 komentar: