Jumat, 18 Januari 2008

Aku Kembali




Salam...

Diajeng, aku ini adalah lelaki yang mudah sekali merindu.
Dan aku selalu rindukan kasih sayang darimu yang tlah lama memudar,
seiring dengan waktu yang semakin tak menentu,
hanya karena hubunganku dengan manusia yang lainnya menjadi suram karena kecurangan yang aku sendiri pun tidak pernah ikut memburunya.
Dan, suatu ketika saat aku harus kembali menikmati rasa yang pernah datang menghampriku semenjak usiaku beranjak dewasa,
aku pun bertindak sebagai manusia yang semakin hina oleh mudahnya tingkah laku yang tidak disukainya,
dan aku pun masih terus berharap akan terus dapat menarik kembali semua pernyataan yang pernah dibuat oleh para pendeta busuk,
yang mengaku menjadi pahlwanku, ketika aku dewasa. 
Namun aku selalu teringat pesan yang selalu aku pesankan kepada sahabatku,
yang acap kali waktu kita bersama, kami selalu saling terbuka dan bahkan sering salaing emosi dan menyalahkan tiap kali kita bergumam dalam hati dan menyamakan persepsi.
Aku sering kali berpesan, bahwa "ajining diri soko lathi, ajing rogo soko busono".
Jadi jelas sekali apa yang ada dalm persahabatan kami,
bahwa "kejujuran dan penampilan akan selalu menjadi prioritas yang utama bagi kami",
yang artinya, kapan pun dan dimana pun,
kita akan selalu menjaga dan menegakkan kejujuran itu dan dengan harga diri kami yang akan senantiasa terjaga.
Kemudian dalam kaitannya dengan keterbengkelaian hati kami sendiri-sendiri,
yang kami pun akan merasa lelah yang berkepanjangan ketika kami harus 
berlatih sangat dini untuk menangkap ketenangan hati dan kemenangan jiwa.