Minggu, 13 Januari 2008

Istriku Yang Kembali

Salam.....
Hi, istriku...
Apa kabarmu selama ini, selama diajeng meninggalkan aku, selama diajengQ ini menjalani kesendirian dan kedirian, selama diajeng menanggakan risalah dan masalah-masalah kita, selama diajengQ ini melakukannya. Bagaimana diajeng...?
Diajeng, selama ini aku sakit dan rapuh sayang. Aku hanya selangkah saja menuju harapanku, karena  sebelah kakiku ada padamu, dan tanganku, terutama mataku, dan hatiku dan seperuh nafasku.
Diajeng, tapi kini kau telah kembali. Kau yang telah lama kunanti kini tlah bersamaku kembali. Meski pun hingga hari ini aku masih belum melihat senyum itu. Aku datang dari kerapuhan itu. Aku datang dengan segala isi cinta yang masih utuh seperti sedia kala, yang sedianya memang kuabdikan separuh perjalananku untuk menjaganya.
Diajeng, kini kau berhak menerimanya kembali. Hanya kau yang pantas menyandangnya dan mendampingiku. Sungguh hanya kau seorang yang tersayang.
Diajeng, kini selaput malam telah memayungi fikiranku, dan saatnya bagiku untuk mengunjungi selimut malammu yang telah terjaga oleh tangan-tangan perkasa itu, yang seolah membekas seperti maut. Sungguh, mungkin sedari kau melirik kebawah tanggamu itu untuk menyapaku, jari telunjuk dari gurita keserakahan itu akan membunuhku beserta khayalanku dan mimpiku.
Diajeng, dari lubuk hatiku yang terdalam, aku persilakan kau untuk menduduki kembali ruang hatiku yang telah lama kau tinggalkan tanpa sedikit pun riak yang kau sisakan, sehingga seolah tampak tandus dan berbau busuk, seperti medan perang yang memerah dan anyir oleh darah.
Diajeng, aku harap besok adalah hari pertamamu membuka kembali bungkus hitam jendela kamarmu untuk menyambut sinar cerah mentari dan tersenyum ramah menyapaku, suamimu.
Dengar sayangQ....
Dengar bisik angin itu berbicara
Dan lihat gulita malam itu seolah memandang bahagia
Dan rasakanlah desah kelambu malam itu yang biru, seolah memayungi cinta kita disampingnya. 
SayangQ, Aku sangat bahagia bersamamu, dan aku tidak mau kau pergi lagi, walau samapi nanti. Aku ingin menghabiskan malamku kali ini bersamamu untuk melepas rinduku. Aku ingin memelukmu semalam ini, dan mencumbu dibawah sinar bintang. Dan lihatlah rintik hujan dipagi ini, seolah merayuku kembali untuk menyerukan tawa yang ramah pula.
Terima kasih DiajengQ....
Aku sangat sayang kamu. I love U.
Salam.

Khusnul Khotimah
                                                                                                                &
                                                                                                        Nur Aziz

Pati, 13 January 2007