Salam!
Selanjutnya dalam kisah yang telah sedikit terlupa ini,
aku akan mencoba memberikan sesuatu yang berbeda dari biasanya,
karena aku memang memiliki perbedaan dengan manusia lain.
Namun bukanlah suatu kebetulan jika mungkin nantinya anda pun ada yang menyamainya.
Halah, aku mungkin hanya bercanda saja kali ini,
karena semalam, entah bercanda atau tidak,
tapi aku berharap semalam dia hanya bercanda denganku,
yang mungkin dia ingin atau kangen bermanja-manja denganku,
karena memang sudah sejak Juli 2007 lalu,
dan hingga kemarin baru aku bisa bicara dengan dia dan kembali mendengarkan permintaan hatinya.
Dia, hanyalah manusia biasa, yang juga mempunyai banyak kekurangan,
dan mungkin malah lebih banyak kurangnya, ketimbang lebihnya.
Tapi sungguh bagiku, dia sangat berarti dan berharga.
Bahkan saat dia meninggalkanku disini sendiri kala itu,
semakin hari aku semakin sakit dan merana tanpa ada yang tahu dengan apa yang aku rasa,
dan setahunya hanyalah aku sudah gila dan tidak waras lagi, hanya gara-gara seorang wanita, yang notabene masih banyak yang lainnya yang mungkin juga aku masih mampu unutk meraihnya. Namun semua sungguh pedih. Karena aku tidak pernah bisa meninggalkannya. Mungkin juga karena saking percayanya aku akan ketulusan cintanya,
yang sekali pun yang diketahui adalah kalah oleh keadaan,
yang memang bukan hanya dia saja yang akan melakukan hal yang serupa
jikalau dia sendiri yang menghadapi.
Selanjutnya,
aku masih tetap disini dan masih setia menuliskan alunan perasaan hati ini.
Dan harus bagaimana lagi aku untuk membahagiakan orang tuaku yang juga semakin hari semakin digeluti usia tua.
Juga harus dengan apa lagi aku untuk bisa membahagiakan dan menyempurnakan hidupku jika tidak dengannya. Dia itu sungguh sangat indah.
Dia sangat cantik dan istimewa,
yang memiliki berbagai keanggunan yang hanya dia sendiri yang menyandangnya dan mungkin juga hanya aku yang mampu merasakannya.
Dia itu sungguh seorang wanita yang apabila dia tersenyum,
akan mampu menidurkanku saat aku dipenuhi nafsu, dan mampu membangunkanku seketika pula ketika sarung-sarung tangan keserakahan mulai melelapkanku.
Dia, yang apabila menuturkan sapanya,
laut pun seolah berhenti berombak dan angin pun seolah berhenti berteriak dan bernyanyi dan akan hanya mengirimkan nyanyian rindu dari dalam hati masing-masing pribadinya.
Dia tiadak pernah memberi kendala bagi siapa saja yang ingin merasakan indahnya kasih sayang seorang ibu, karena memang dialah ibu dari anak-anakku nantinya.
Dia juag tidak pernah berhenti mengemban keanggunan khas perawan yang diwariskan kepadanya, yang senantiasa harus selalu terjaga,
mungkin juga dimalam hari hanya untuk mungkin mengelap keringatnya sendiri.
Dia kembali disisiku saat jiwa dan batin ini semakin galau dan hampir putus asa disaat semuanya mulai tidak pasti dan menentu, bahkan untuk umur seekor nyamuk.
Dan kemudian dia selanjutnya akan datang membawa barang belanjaan yang sangat banyak yang dia belikan untuk bekal makan adek-adeknya dan keluarganya yang sudah semakin membaik. Dari budi pekerti maupun hiasan menarik duniawi.
Dia, juga pernah menawarkan diri pada suatu pesta perayaan suci,
saat dimana para perawan sudah mulai dipertanyakan keperawanannya,
karena memang dialah wanitaku dan tak lain dialah istriku yang terkasih dengan segala ketulusan hatinya dan utuh penuh datang untukku,
dan mendampingiku dan menyenangkanku dan membahagiakanku dan menyayangiku.
Dia, yang terbaik dari masa ke masa.
Salam.