Selamanya untuk Menerima
Sobat, inilah aku dengan semua keburukanku,
dari setiap helai nadiku dan hembusan nafasku,
yang kemudian akan menyita seluruh naluriku untuk maju,
dan selanjutnya akan menjatuhkanku,
kedalam nilai-nilai belenggu yang masih hijau,
dan seterusnya tidak akan tampak lagi,
dari suatu kedigdayaan tersembunyi.
Namun untuk hal terpenting dalam hidupmu,
tinggalkan naluri hanya untuk dirinya saja,
dan buang saja jauh-jauh prasangka,
dan setiap buruk sangka,
yang kau saksikan akan mampu
merubah kemandirian suatu bangsa.
Kemudian aku akan berjalan melewati padang hatimu,
dan akan kutinggalkan sebuah nyanyian merdu,
yang mungkin saja akan merubahmu,
kedalam bentuk suatu nyanyian dan tangisan malam,
untuk kehidupan anakmu kelak.
Dan suatu ketika, ketika aku kembali,
dari suatu pengabdian yang sangatlah tua,
untuk mempertanyakan kembali maksud
dan keingninan untuk hidup bahagia,
bersama orang orang yang tercinta,
hanya untuk sekedar mengistirahatkan punggungku,
dari rasa lelah yang berkepanjangan,
setelah menempuh perjalanan ribuan mil jauhnya.
Wahai sobat, mungkin saat itu pula aku akan bertanya,
tentang perasaanmu selama ini,
juga tentang tenaga yang kau rasakan selama itu.
Mungkin pula kau akan merasakan lelah yang berkepanjangan,
saat kau mengagumi pribadi seseorang.
Bahkan selama dan sejauh itu kau berjalan,
kau hanya akan menemui sebongkah batu didepanmu,
karena memang jika kau hanya menggunakan akalmu,
tanpa menggunakan hati, dan perasaan pula didalamnya,
juga sebentuk jiwa dan lautan pemikiran yang lembut,
karena untuk menemui kelembutan dan menyentuhnya,
kau pun diharuskan untuk membasuh muka
dan kedua tangan dan kakimu.
Jadi sekarang, jangan kau mengatakan kau tidak akan pernah tahu,
tetapi katakan kau tahu, dan mau.
Berangkatlah kawan,
dengan menggunakan kekuatanmu yang masih ada,
dan maafkanlah setiap kesalahan yang pernah kau buat,
dan masuklah kedalam relung jiwa orang-orang yang menerima.
Sungguh, mudah-mudahan, sebentuk cinta yang aku uraikan ini,
akan memberi kecerahan untuk hatimu, dan semua keindahanmu.
Yang mungkin tanpa kau sadari kau telah membalutnya
dengan kain hitam yang menebal oleh asap.
Selamat malam, sambutlah cinta yang agung,
dengan cintamu yang tulus pula.
Salam……….