Assalamualaikum wr.wb.
Salam untuk diajengQtercinta………
Salam juga untuk semua malaikat
pendampingmu didisimu…
Salam untuk Muhammad…
Salam pula untuk kedua orang tuaku…….
Salam untuk saudara-saudaraku……..
Salam untuk sahabat-sahabatku…..
Salam untuk Syeh Abdul Qodir Al-Jaelani…….
Salam untuk mbah Sunan Kalijaga,
mbah Sunan Muria,
mbah Sunan Kudus………
Salam untuk mbah Saridin,
mbah Syeh Ahmad Muttamakin,
mbah Hendro, mbah Syeh Ronggo Kusumo………
Salam untuk malaikat juru Pati……..
Dan salam untuk kekasih Sejatiku Allah swt.
Sayang….
bukan kemana angin berhembus,
dan bukan pula kemanakah akan kuhentikan
langkahku kali ini.
Tetapi memang sudah sekian lama
ku terlelap dalam keindahan mimpi bersamamu.
Aku sudah semakin larut dalam kemesraannya.
Yang membuatku merasa damai saat Shubuh itu tiba.
Mungkin kelak kan kukibarkan bendera kejayaanku
pada saat tentara sekutu itu sudah mulai meracuni
fikirannya sendiri dengan warna emas pedang mereka,
sehingga aku dengan gagah berani mebentangkan
sayapku lebar, untuk merengkuhmu kembali disisiku.
Mungkin arti hadirku dirasa akan sangat memberi
warna kesejukan, setelah panas dan ganasnya
perang itu. Atau mungkin pula para penulis sejarah
lagi tidur pulas tatkala harus menuliskan
tentang bagianku. Mungkin hanya itu yang
bisa mereka wujudkan dari haluan mimpinya.
Aku kembali dengan senyum itu sayang.
Aku juga akan kembali merebahkan kepalaku
ini diatas bantal yang telah kau sulam sendiri
selimutnya dengan penuh kasih sayang layaknya
seorang ibu. Aku akan menuangkan segelas
minuman manis kedalam gelas yang telah
kau siapkan, sebagai tanda bahwa aku suamimu
telah kembali. Dan juga sebagai tanda awal manis
lahirnya suatu kehidupan baru, setelah sekian
lama berkutat dengan kepahitan.
Dan juga unutk mengenang kembali
masa-masa indah kebersamaan kita dulu.
Aku akan membangunkanmu saat malam
semakin mencekam, agar kau tidak terlalu
larut dalam tidurmu. Karena seperti yang aku
pesankan kepadamu, bahwa kau harus selalu
siaga saat anak kita terjaga dari tidurnya yang
agung. Saat malam itu pun kau juga harus menjadi
pemimpin dalam rumah tanggamu tatkala
aku harus bertugas menghadapi ganasnya perang.
Dan mungkin juga sebagai suatu persiapan,
jika suatu ketika nanti aku akan menghadapi ajal.
Karena malaikat juru pati seolah selalu hadir
dalam setiap lingkaran sangka yang kucipta.
Dan seolah kepingan hati yang berserakan pun
sudah mulai menyatu, seperti pertanda bahwa,
kehidupan hampir memasuki masa tanggang.
Larut……….
Malam semakin larut,
dan seolah manusia akan berlari mengejar
bayangnya sendiri.
Mati seakan menjadi kalimat pamungkas
dalam segalanya.
Padahal mati…. bukanlah akhir dari kehidupan ini.
Karena mati bukanlah wafat…
karena mati, adalah satu-satunya jalan
untuk bertemu dengan sang kekasih.
Dan selanjutnya sayangQ…..
Malam telah membulatkan semua
tekadaku untuk berteduh.
Malam telah menunjukkan padaku
bagaimana cara mereka hidup.
Malam telah memberi terang bagi jalanku.
Walau disebagian pihak malam telah
membutakan mereka dari keindahan
dan pesona didalamnya,
dan juga pesan nyanyian alam
bagi mereka yang tidak takut akan gelap.
Diajeng….
Mungkin pula dalam setiap kesempatan yang ada…………..????
********blank-erorr******___________