Kamis, 30 Oktober 2008

Surat Untuk Sang Kekasih #6




Kamu benar Diajeng, tidak perlu mengundangku, karena aku yakin,
suatu saat nanti kebenaran akan berbicara.
Namun aku sudah tidak tahu lagi apa itu cinta.
Bagaimana aku hidup didunia tanpa cinta?
Dan bagaimana bisa menikah tanpa rasa cinta?

Aku hanya tersenyum sendiri kala mengenang kebersamaan kita.
Banyak janji yang telah kita berucap.
Lalu bagaimana dengan cintaku??? Akan kubawa dia terbang,
dan akan aku adukan kepada Rabb_ku,
dan aku berharap bisa kembali dengan selamat.
Aku sungguh tidak tahu apa yang terjadi denganku
dan bahkan denganmu. Karena aku bertanggung jawab atas takdirku,
sehingga aku akan kembali dan menjemput Roh_mu,
dan akan kukabulkan 1 permintaanmu, yang tak lain adalah
aku yang akan menerimamu apa adanya,
sekembalinya engkau dari belenggu ketakutanmu.
Aku bukan takdir_mu, dan bukan pula kebahagiaan_mu,
sebab pilihanmu ada ditanganmu, bukan mereka.
Dan inilah aku, yang dihidupku telah tertulis namamu,
dengan goresan indah dari sang maha Indah.
Dan inilah takdir_ku, yang rela menunggu sampai kau kembali.
I Love you so much.


Pati, 30 Oktober 2008