
Salam untuk semua komunitas ini.
"Innalillahi wa inalillahi rooji'un"
Seharusnya duka ini sudah tidak terlalu dalam,
karena memang sang Maestro sudah
terbaring lama dalam sakitnya,
yakni sudah 24 hari.
Dan saya teringat oleh pesan terakhir
yang disampaikan oleh
sang maestro pertama Indonesia "Soekarno"
yang disampaikan oleh saksi sejarah,
bahwa "beliau Soeharto,
pun akan mengalami hal yang sama dengan dirinya,
adalah saat menjelang akhir hayatnya".
dan memang terbukti,
bahwa Soeharto terbaring koma tak berdaya,
selama 24 hari,
dan atasa perawatan tim dokter kepresodenan.
Hal yang dialaminya hampir serupa dengan pak Karno,
yaitu tubuhnya membengkak,
dan sebagin organ tubuhnya tak berfungsi.
Ya, kalo saya mengatakan sih beliau
sudah meninggal hari Jum'at lalu.
Mungkin saja karena Malaikat bingung
waktu mau mencabut nyawa pak Harto,
karena tiap kali malaikat datang untuk mencabut nyawanya,
saat yang bersamaan juga,
datang do'a dari orang-orang yang mendo'akan
untuk kesembuhannya.
Untuk anda-anda semua, yang ada dalam komunitas ini,
aku hanyalah manusia biasa yang hanya bisa melihat dari fakta
dan kenyataan yang ada,
bahwa yang terjadi dinegaraku sekarang,
tak lain hanyalah sekumpulan topeng-topeng kemanusiaan
yang mengatas namakan orang-orang baik.
Bagaimana tidak,
tiap hari yang ada hanyalah berita kriminal
dan tindakan pencurian
oleh orang-orang yang dipercaya,
juga setiap hari yang ada hanyalah
tindakan penganiayaan dan kekerasan dan penindasan.
Harga-harga barang kebutuhan juga semakin tak terkendali.
Sementara masih ada orang-orang kuat yang menunggangi
pundak-pundak orang-orang yang lemah
dan mengatas namakan kemanusiaan.
Aku hanya teringat "TRIKORA" dan "MASA ORDE BARU".
Ya, yang meski
pun semuanya pasti ada efek baik dan buruknya,
tetapi paling tidak bapak dan emakku,
tidak perlu mengeluh hanya untuk sesuap nasi untukku
dan saudara-saudaraku. Apa yang bisa anda katakan,
jika masa yang indah, damai, dan makmur,
kemudian datang tangan-tangan perkasa
yang mengatas namakan diri sebagai pejuang nurani,
dan berhasil menggulingkan kejayaan suatu pemerintahan,
dengan niat dan tujuan yang tetek mbengek,
yang katanya untuk
me"REFORMASI" total untuk menuju ke kebaikan,
tetapi nyatanya hanya omong kosong saja.
Yang ada hanyalah aksi pembantaian dan balas dendam,
aksi saling sikut dan berebut benar,
kekerasan dan kemunafikan,
dan tiada lain hanyalah semakin semparawut.
Aku hanya menyampaikan rasa belasungkawaku,
terhadap matinya pejuang kemanusiaan.
Dan aku juga turut menyampaikan salam dan hormat saya
kepada almarhum beliau H.M. Soeharto,
karena beliaulah sosok
sang Maestro yang sarat PRO dan KONTRA.
Hanya saja, mungkin jika nada mau melihat kenyataan yang ada,
bahwa orang-orang baiklah,
yang sampai saat menjelang ajal pun
masih tetap tersenyum.
Aku juga ingin menyampaikan salam hormat saya,
untuk beliu SOEKARNO dan seluruh keluarganya,
dan juga untuk semua PAHLAWAN_PAHLAWAN masa lalu,
yang ikut memperjuangkan kemerdekaan bangsa
dan negarku tercinta ini,
yaitu REPUBLIK INDONESIA.
Mungkin hanya itu saja untuk anda semua,
mudah-mudahan anda semua termasuk kedalam golongan
orang-orang yang tidak dibutakan oleh
sebentuk DUNIA ini,
sehingga anda akan mampu berfikir positif,
berfikir dari hati nurani anda yang luhur,
dengan disertai pula akal dan fikiran yang sehat,
jiwa-jiwa yang bersih dan niat baik anda
untuk menerima segala sesuatu yang baik pula,
sehingga anda akan mampu
menghargai setiap bentuk manusia
yang ada disekitar kita.
Jangan bilang MASJID itu hak milik,
yang harus senantiasa dijaga dari kekotoran.
Karena MASJID itu rumah Allah, dan setiap Muslim,
bahkan semua makhluk Allah berhak untuk memasukinya.
Maka mungkin untuk pengurus-pengurus MASJID
yang senantiasa melindungi MASJIDNYA
dengan gembok-gembok emas
dan pagar-pagar raksasa, ingatlah,
bahwa kuasa ALLAH lebih dari yang kau fikirkan.
Allah lebih tahu dari apa yang harus Dia lakukan.
Salam, untuk semua hati dan insan REPUBLIK INDONESIA
dan kaum Muslimin dimanapun berada.
Assalamualaikum wr.wb.
Nur Aziz
(komengpasfm_aziz@yahoo.com,
diajeng.aziz@gmail.com,
dijeng_aziz@telkom.net)
Ir. Soekarno
Keluarga Cendana




